Sejauh perkembangan etnis transmigran Jawa di Desa Kotaraya saat ini masih terlihat memiliki budaya. Budaya asli Jawa dipertahankan dan terus dikembangkan oleh para transmigran, baik dalam setiap acara pernikahan, khitanan, kelahiran, kematian, dan setiap hari besar. Meskipun tidak sekental, selengkap, dan sewajib budaya asli yang dilakukan pada umumnya oleh etnis Jawa. Tradisi tidak dilakukan oleh semua masyarakat etnis Jawa dalam setiap acara. Tradisi hanya dilakukan oleh masyarakat yang mampu dan memiliki rasa cinta terhadap budayanya sendiri. Tradisi yang paling sering terlihat adalah temu manten dalam setiap acara pernikahan dan tidak ketinggalan kesenian kuda lumping dan campur sari sebagai penghibur dalam acara tersebut. Kesenia kuda lumping termasuk budaya etnis Jawa yang lama dan masih terus bertahan dan dikembangkan ditanah transmigran, sedangkan kesenian campur sari dan wayang golek belum lama dikembangkan sebab peminat dari kesenian tersebut adalah kaum usia 40 tahun keatas, untuk kuda lumping sendiri banyak diminati dikalangan semua umur. Dalam keseharian, etnis Jawa bergaul berinteraksi dengan menggunakan bahasa Jawa baik bahasa Jawa halus maupun bahasa Jawa kasar. Semua tergantung dari setiap pembawaan keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam dunia transmigrasi tidak terlepas dengan etnis yang berbeda-beda. Sehingga para masyarakat transmigran dituntut untuk bagaimana mampu berinteraksi dengan etnis lain dan dapat melangsungkan kehidupan sehari-harinya. Adanya transmigrasi didaerah Parigi Moutong khususnya didesa Kotaraya banyak sekali lahan tidur yang kemudian diubah menjadi sebuah lahan pertanian dan perkebunan sebagai penopang kehidupan mereka.
Sejarah Sosial

Sejarah sosial merupakan kajian sejarah tentang masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan masyarakat yang mencoba untuk melihat bukti-bukti sejarah dari sudut pandang sosial untuk mengembangkan sebuah tren sosial. Kehidupan sosial masyarakat tidak terlepas dari etnis-etins yang ada. Etnis (ethnic) berlaku sebagai ciri budaya, etnis merujuk pada orang yang mengidentifikasikan diri satu sama lain atas dasar keturunan dan warisan budaya bersama. Salah satunya adalah etnis Jawa yang jumlah setiap berapa tahunnya semakin meningkat. Peningkatan jumlah penduduk inilah yang membuat pemerintah melakukan sebuah program transmigrasi, dimana para masyarakat berpindah dari satu tempat ketempat yang lain. Adapun alasan lain untuk masyarakat Jawa melakukan transmigrasi karena alasan terpaksa oleh keadaan ekonominya, ada juga karena mendapat citra yang negatif dilingkungan masyarakat maupun keluarga yang ditinggalkan, dengan harapan dapat memperbaiki kehidupan ekonomi dan martabatnya.
Masyarakat sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari sub sistem, misalnya lembaga politik, ekonomi, keluarga, dan sebagainya, yang memiliki fungsi khas bagi kelangsungan hidup. Dimana masyarakat merupakan suatu jaringan kelompok manusia yang bekerjasama secara terorganisasi, berdasarkan seperangkat aturan dan nilai yang dianut dan disepakati oleh sebagian besar anggota masyarakat tersebut (value consensus). Masyarakat adalah sebuah kelompok orang yang membentuk diri menjadi kesatuan dalam lingkungan yang saling berinteraksi satu sama lain, yang tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu, interaksi dari setiap masyarakat dapat membuat sebuah lingkungan menjadi lebih hidup, meskipun tidak semua interaksi dalam masyarakat dapat berdampak positif untuk menghidupkan lingkungan. Interaksi juga bisa membuat konflik, karena setiap kelompok memiliki perbedaan ideologi dengan kelompok lain. Dimana setiap lingkungan ataupun disetiap desa tidak hanya terdapat satu kelompok saja melainkan banyak kelompok yang muncul berinteraksi untuk membuat sebuah gerakan baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik.
